Senin, 21 November 2016

Barisan belakang

Karikatur karya tanpa dilema membaca suatu kata beda. Nikmati sejuk udara gratis tanpa bernilai dalam ukuran mata uang. Pelangi tak jadi elegi bagi tiap jiwa yang selalu mati dalam pembaringan abadi.

Dengar sebuah karya yang entah dari mana kata asal dan muasal. Berdinding kokoh berbuta suatu tulisan bernanah. Kebengkokan tua kendala perjalanan sang penjelajah mimpi.

Bukan tidak hanya suatu kiasan aneh tak bernilai guna. Ungkapan dari rindu dan harta terakhir bagi semua yang terbisu disudut suatu bangunan.

Katakan pada apa yang terjadi dimasa depan tentang arti pembebasan yang selama ini diusahakan, mulai tertitik nol dan kembali ke nol lagi.

Aliran ini berpusar dalam sebuah goa berbatu hitam, jauh diladang rumput yang terasing dalam ketidak tahuan akan jalan pulang. TERSESAT?? Bukan hanya melangkah diatas jejak jalan yang telah terbuat oleh yang telah lewat.

Banyak riasah berbunga merah, menambah indah bernaung surga dan kepecahan angkara. Hilang sebuah petunjuk yang makin kemari makin tak tau arti. Diam lah semua berkukuh di es padang kulkas.


Selamat dalam tidur panjang para bidadari malam yang bersayap putih bersih.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar